Novel

Review : Prelude (Festival Series) - Sam Umar

05.41

Eksotisme Festival Bach




Sinopsis

Bach Festival - Festival Musik Klasik.
Sesuatu memang harus diungkapkan supaya enggak ada rasa sakit
Ada dua impian Tina. Kuliah musik di Leipzig dan menyaksikan Festival Bach. Satu per satu impiannya terwujud. Dia pun belajar selo dengan Maria Tan, pemain selo profesional idolanya. Dia juga dekat dengan Hans, seniornya yang jago main keyboard.
Dan  saat musim panas menjelang. Tina semakin bahagia. Akhirnya... Festival Bach! Tina memilih Prelude dari Cello Suites No. 1 untuk audisi festival.
Dan ternyata, karya inilah yang menguak rahasia-rahasia - tentang siapa sebenernya Maria Tan, juga tentang perasaan Hans yang sesungguhnya...

Detail Buku

Rate : 3.5/5

Judul Buku : Prelude
Pengarang : Sam Umar
Penerbit : teen@noura
 Cetakan I, April 2014
ISBN : 978-602-1306-18-5

CONTAINS SPOILER, DON'T READ IF YOU DON'T WANT TO KNOW


If you're love classical music, this book would be lovely to read. Penampilan novel ini cukup elegan dengan menampilkan cello yang menjadi sorotan utama dengan keseluruhan novel ini. Begitu pula dengan pemilihan judulnya saya rasa tepat sekali. Saya sebelumnya tidak tahu tentang Festival Bach - tentu saja karena I am not keen on classical music, tapi berhubung saya pernah baca If I Stay, yang karakter utamanya juga main cello saya jadi penasaran. Testimoni dari Mbak Prisca Primasari juga menguatkan niatan saya baca.

Tina, main character in this novel, are new year student in Leizpig University. Di tahun pertamanya dia sudah 'ngebet' pengen ikutan festival, Biasanya saya akan terpesona dengan main character yang main musik - mau anime, novel atau apalah - karena saya sendiri nggak bisa main musik. Tapi di sini saya jadi jengkel sama Tina entahkenapa, Tina gagal menguras emosi saya waktu dia nangis. Saya rasa karena dia nangis karena hal yang terlalu sepele. In my case, dia kurang menderita (I'm so sorry, but pain demand to be felt, right?) Konfliknya terlalu sederhana, karena di sini pengarang lebih fokus pada pembangunan setting. Mungkin karena ini serial tentang festival, entahlah saya tidak tahu alasan pastinya mengapa konfliknya terlalu sederhana. Dan kemarahan ayahnya ke Tina gara-gara tidak mau mengungkit masa lalu juga saya pikir kurang kuat, semestinya ada sesuatu yang memalukan atau trauma hati ayahnya yang sangat dalam sehingga dia nggak mau cerita ke anaknya. Ada beberapa kalimat yang terlontar sama Nadine yang membuat saya mengerutkan alis, di halaman 221.
"aku menyesal kau enggak terpilih di festival..." 
In my opinion, penggunaan kata nggak di sini nggak tepat banget karena dikombinasikan dengan Kau. "aku menyesal kau tidak terpilih di festival," I think, its much better.

Kabar bahagianya, novel ini memuat beberapa referensi kalo kamu mau tahu lebih lanjut tentang seluk beluk festival. I can imagine, pengarang punya tenaga lebih untuk riset yang mendalam saat menulis novel ini. Dan tentu saja, hal tersebut patut di apresiasi. Nggak cuma referensi, pengarang juga menyantumkan link video youtube, beberapa di antaranya tentang Bach Cello Suites No. 1, Sonata for Violin in C Major, Beethouven: Symphony No. 9 (Ode to Joy, 4th Movement) - emang kebanyakan tentang Bach sih - yaiyalah inikan Festival Bach. Karenanya saya jadi berandai-andia, novel ini mungkin lebih bagus kalo dijadikan film! 


Anak SMK Bisa Kuliah?

04.25


Anak SMK Bisa Kuliah?


P.S. Kiriman ini tidak dimaksudkan untuk membeda-bedakan sekolah. Jika ada kesamaan keinginan atau apapun, hal ini hanya kebetulan semata - kok jadi kayak sinetron ya?


Anak SMK Bisa Kuliah Nggak Sih?

Pertanyaan ini ada dalam benakku ketika aku menginjak kelas 2 SMK - fyi aku anak SMK jurusan Multimedia, dan mulai menimang apa yang akan kulakukan selanjutnya. Waktu itu aku punya temen yang sama-sama dari SMK juga dia setahun lebih tua dariku. Setelah lulus, rencananya dia mau nerusin kuliah di salah satu PTN, dan ngambil jalur masuk SBMPTN. Dari situlah, aku jadi browsing apapun tentang dunia perkuliahan, waktu kelas 1 SMK, aku punya niatan ambil Pendidikan Bahasa Inggris UM - yang kemudian impian itu menjadi terlupakan karena aku nggak tahu gimana caranya anak SMK bisa kuliah (kedengeran bego ya?, oke skip) dia sharing banyak tentang jalur masuk horor nomor satu itu, katanya ujiannya susah dan ada matematikanya (ini panaroid pertama yang bikin jantungku mencelos) dan tibalah saat pengumuman temenku bilang dia nggak lolos. Aku yakin dia anaknya pintar, masa nggak lolos? Jadi petunjukku adalah SBMPTN bener-bener mengerikan.

Ada pepatah, semakin banyak kau tahu informasi tentang musuhmu semakin mudah kau menyiapkan strategi untuk mengalahkannya. (denger dari mana ini? entahlah kayaknya cuma karangan penulis) Tapi, 150% aku yakin akan hal itu. Jadi, aku nyari informasi sebanyak-banyaknya tentang jalur masuk PTN - well, terlebih karena nggak ada kakak kelas yang bisa diwawancara mengenai hal ini. Aku punya preferensi untuk nyari informasi secara mandiri - kemudian mencernanya benar apa enggak. Menanyai guru BK, adalah tindakan yang tepat dan biasanya guru BK juga memberi tahu kok (pada kelas 3).  Karena bagiku kelamaan nunggu kelas 3 dan mungkin waktu mempersiapkannya bakalan terkuras buat prepare ujian, jadi saat itu juga aku nyari informasi tentang SBMPTN.


SBMPTN adalah jalur masuk PTN melalui ujian tulis. Yang mana nanti terdiri dari SAINTEK sama SOSHUM. Bagi kalian yang SMA, mungkin hal ini sudah familier di telinga kalian. Apalah dayaku yang gaulnya sama corel dan sotoshop? Jadi singkatnya, SBMPTN tidak menilai apakah kamu dari IPA, IPS, MA, paket C atau SMK. Bisa dibilang ini jalur yang netral dan berdasarkan hasil ujianmu. Namun, ada beberapa program studi yang memang nggak bisa dipilih oleh anak SMK - karena nggak ada relevansinya, dengan kata lain jurusan tersebut memilik syarat tertentu. Kayak misalnya anak TKJ mau masuk Ilmu Kedokteran, ini nggak ada relevansinya jadi nggak bisa. Karena relevansinya dia masuk Teknik Informatika atau Teknik Komputer. Saranku, sebaiknya cek dulu persyaratan setiap jurusan yang akan di tuju di laman universitas impian masing-masing.  Bisa di google dengan keyword, "Jurusan/Prodi yang Menerima Semua Lulusan SMK Semua Jurusan"

Berarti anak SMK punya kesempatan, dong?

Tentu saja! Yang penting adalah MEMPERSIAPKAN STRATEGI PERANG. Dulu, aku sering baca webnya zenius - meskipun nggak jadi member - ada baiknya kamu les kalo dirasa itu perlu. Zen cukup sering membual tentang betapa sulitnya SBMPTN. Dan emang bener sih sulit, tapi letak kesulitannya sebenernya ada di SEBANYAK APA KURSI YANG TERSISA DI JURUSAN TERSEBUT? yang mana, sulitnya ada di PERSAINGAN. Sebagai anak SMK, tentu saja gue tahu gimana ngototnya anak SMA yang pengen satu kursi di PTN - karena memang anak SMA di'desain' untuk melanjutkan studi. Sedangkan SMK - yang ku ketahui cuma 1% yang bisa lolos dijalur SNMPTN membuatku tertawa getir. Apa anak SMK dianak tirikan? Jawabanku secara keseluruhan, iya. Forget it, kalo kamu bener-bener pengen kursi PTN, berhenti mengeluh tentang hal itu dan buktikan kalo SMK, Bisa! Baik bisa di dunia kerja dan perkuliahan. Alasan lainnya, karena nggak ada waktu buat mikirin hal itu, karena yang kamu butuhkan sekarang adalah BAGAIMANA CARANYA AGAR MELAMPAUI ANAK SMA YANG UDAH BELAJAR MATERI SAINTEK/SOSHUM 3 TAHUN?


Nah setelah tahu kalo anak SMK bisa kuliah sebaiknya kamu menemukan jawaban pertanyaan di atas, dan mulai membuat strategi perang. Good luck!







lyrics

Lirik Lagu dan Terjemahan Written in the Stars - Monkey Majik

09.23

Written in the Stars - Monkey Majik



Now is it the place?
Is it the fame?
Is it a dream that I just can't explain?
I know it sounds crazy but it's true

Sekarang, ini tempatnya?
Apakah terkenal?
Apakah itu mimpi yang tidak bisa kujelaskan?
Aku tahu itu terdengar gila tapi itu benar

I guess I could say
That maybe someday
I could pack my bags and leave this place
I never thought my life could be surreal

Aku kira aku dapat berkata
Bahwa suatu hari nanti
Aku dapat mengemasi tasku dan meninggalkan tempat ini
Aku tidak pernah berpikir hidupku jadi sureal

All the while, I would count the odds
And oddly enough I knew that I was a fool
And enough is enough and now I see that all I need to be is clear
It's written in the stars in fear

Selama ini, Aku dapat mengitung kejanggalan
Dan cukup janggal aku tahu bahwa aku bodoh
Dan cukup sudah dan sekarang aku melihat semua yang kubutuhkan menjadi jelas
Itu ditulis dalam bintang dalam ketakutan

ここは何処
キミは誰
深い夢の中かな
遠くで手を振っている
Koko wa doko
Kimi wa dare
Fukai yume no naka ka na
Toku de te o futte iru

Di mana ini?
Siapa kamu?
Aku heran jika ini mimpi yang dalam
Kulambaikan tanganku di kejauhan



この先で待っているの
星の光を辿り
信じれば許される
Kono saki de matte iru no
Hoshi no hikari o todori
Shinjire ba yurusareru

Aku menunggu di depan
Mengikuti cahaya bintang
Jika kau percaya itu akan dimaafkan


何もかもを一人で背負って
もう大丈夫
私がいつも一緒
夢で逢いましょう
涙がポロリ
Nanimokamo o ichi non de seotte
Mou daijoubu
Watashi ga itsumo isso
Yume de ai masho u
Namida ga porori

Bawalah segalanya dengan dirimu sendiri
Sekarang baik-baik saja
Aku selalu bersama
Ayo betemu dalam mimpi
Meracuni air mata

I missed so many moments
All I had was lost in the blink of an eye
あとすこしだけ
このままで
夢見ていたいから
Ato sukoshi dake
Kono mama de
Yumemi te i tai kara
Tonight
I guess it's written in the stars
Oooo

Aku merindukan banyak kenangan
Semua yang kupunya telah hilang dalam kejapan mata
Sedikit lagi
Di situasi ini
Karena aku ingin bermimpi
Malam ini
Aku kira itu tertulis dalam bintang-bintang

Fiksi

Let Me Fade

08.31

A Poem From Coppelia by Novellina A.


(Edit by rl)

Let Me Fade



Let me fade
Like leaves melted to the soil
Leave nothing instead of cold and strange fall

Biarkan aku memudar
Seperti daun-daun yang melebur di atas tanah
Tidak meninggalkan apa-apa selain dingin dan deraian asing

Like a south wind
Blows in both ears
Whispering winter come too early
And soon cold will come
Leaving nothing instead of a name

Seperti angin selatan
Berhembus dalam telinga
Berbisik, musim dingin segera tiba
Dan dingin akan segera datang
Tidak meninggalkan apa-apa selain sebuah nama
Then come a dancer with her blimey eyes
Like a cracking mirror between my sight
Here comes my nightmare
Seeing me in there
A soul behind a body
Too much beauty
Yet too much pain

Kemudian datang penari dengan mata terkejut
Seperti pecahan cermin di antara pandanganku
Telah datang mimpi burukku
Melihatku di dalam sana
Jiwa di balik tubuh
Terlalu cantik
Namun terlalu menderita

There is nothing and allowed about wish
Wish for those whom do nothing
Wish for those whom in despair
Wish for those whom in believe in miracle

Tidak ada apapun dan diperbolehkan tentang harapan
Harapan untuk mereka yang tidak melakukan apa-apa
Harapan untuk mereka yang putus asa
Harapan untuk mereka yang percaya pada keajaiban

Because winter come too soon
And the time ticking like a tinkling spoon
And wish for those whom in despair
And act for those whom want to repair

Karena musim dingin datang terlalu cepat
Dan waktu berdetak seperti dentingan sendok
Dan harapan untuk mereka yang putus asa
Dan tindakan untuk mereka yang ingin memperbaiki




---


Sekata Dua kata

After all this time, aku menemukan novel yang memicu 'vibes' nyastra. Good job, for author! Ketika kamu menulis dan perasaan karaktermu tersampaikan ke pembaca itu berarti kamu berhasil. Yeah, too much beauty, yet too much pain. Mungkin aku malah merusak keindahan puisi ini dengan menerjemahkannya (yah, kadang hal itu terjadi) - sorekara, gomennasai. Novel yang greget sampai nggak tahan buat nggak nulis review singkat ini. (Apalagi penulisnya AREMA aka Arek Malang! suka JK Rowling lagi - too much similiarity yet too much distance.). Sebenernya ini mau ngepost puisinya apa review novel sih? Gaya menulisnya dengan memainkan alur maju-mundur membuat Coppelia jadi nggak membosankan. Sebenernya aku udah tahu novel ini sejak lama, waktu ngadain giveaway di goodreads, nggak nyangka Si Jak punya banyak koleksi. WORTH IT, lah pokoknya. 

Welcome Back : Malang 4 Years Later Edition

07.16

Okaeri, My Burogger!




Sejujurnya aku nggak tahu seberapa lama meninggalkan blog ini, terbengkalai begitu saja oleh aktivitas-aktivitas yang menyibukkan beberapa tahun terakhir. Kabar baik, aku berubah! (Lu kira kamen rider, huh?) kabar buruk, blog ini macam ingatan yang kutuang dalam pensieve (Potterhead alert) dan mengingatkanku pada masa lalu. Ya, ini blog udah dari jaman smp, mulai pertama kali kenal facebook dan sekarang udah jamannya instagram! Astaga, I've been leaving you for a long time. Dan apa yang spesial coba? bukan telur dalam nasi goreng, bukan juga acar dalam sekotak martabak, duh, comeback, Mar.  

Keliru jika kita berusaha melupakan masa lalu. Yang harus dilakukan adalah berdamai dengannya.

Sampai mana tadi? oya, spesialnya adalah aku nulisnya di Malang! Astaga! Memangnya kenapaa? Entahlah, rasanya de javu. Aku pernah bela-belain nulis di blog ke warnet sanking pengennya nulis. Dan jaman itu belum ada wifi merajalela apalagi laptop dalam kamus kehidupanku. Haha, kadang aku ingin menertawakannya, sampai segitunya kah? Dan berangkat dari situ mungkin aku menjadi demen sama hal-hal yang berbau teknologi. Sebenernya nggak juga sih, awalnya aku cuma iseng aja waktu kelas SD berapa - mengatasi komputer yang eror. Padahal dulu bahasa Inggrisku payah, dapat nilai 20. Nggak tahu owl itu burung hantu (dan tahu setelah nonton film Harry Potter), bahkan sanking payahnya waktu test placement SMP nggak tahu apa itu blood. Apa warna darahmu? kujawab black, dan tahun berikutnya saat temen-temen mengingat masa itu tiba-tiba aku merasa jadi yang paling bodoh. Dan minatku terhadap teknologi cuma bertahan sampai sekarang sih, tapi aku nggak ngambil major IT. Walaupun nilai pada pelajaran praktek multimedia bagus, tapi tetep aja kalo menjurus ke IT its mean masuk SAINTEK = MATEMATIKA. Dan aku nggak kepikiran menuju gerbang 'kematian' itu lagi. Nggak deh, makasih.

Setelah dirombak sana-sini berganti tampilanlah blog ini. Sengaja nggak ganti nama, biarlah. Toh ini juga blog ku bertahun-tahun lalu - sulit ganti url address apalagi aku nggak ada ide blognya diganti nama apa. Sebenernya ada ide tapi kok terkesan aneh ya? Mau kunamain Thunderbird Nest - kan Fantastic Beast lagi booming, dan emang asramaku di Ilvermory itu Thunderbird (yesyesyesyes!).

Q: Apa kesanmu ketika kembali?

Waduh gimana ya? jujur aku nggak tahu bakalan nulis apa. Triggernya itu, waktu aku wawancara join komunitas GPAN (Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara) buat jadi tim media dan desain. Suka nulis? Iya. Punya blog? Punya. Berapa viewersnya? Nggak tahu, udah lama nggak aktif. Dan kakak pewancara mulai bercerita tentang blognya yang viewersnya mencapai ratusan ribu (seketika aku mengkerut jadi cebol). Dan di situ, setelah diterima di tim MDG (nggak nyangka, karena maba dan banyak senpai - apalagi mood berorganisasi sedang buruk-buruknya) aku memutuskan jadi admin blogger (yang hari ini ku syukuri karena nggak perlu update2 banget seperti medsos lainnya, ada agenda khusus - tapi belum dicanangkan). Kabar buruknya, senpai lain yang juga admin blog sudah pada berpengalaman -_- gimana nggak bete kalo ada yang bicarain tentang domain dan hosting sedangkan istilah yang begitu sudah kutinggalkan bertahun-tahun lalu. Jadi dari sini bisa disimpulkan, Maria baka at all, but she doesn't want to look like baka. Actually, all people do, right?

Karena ini liburan semester jadi aku harap aku bisa ngisi kekosongan di blog ini (hah, mulai baper). Mau kau isi dengan apa, huh? Emm, sebenernya aku nggak tahu juga yang penting bermanfaat (padahal 'welcome drink' ini sama-sekali-nggak-ada-manfaatnya), ak merencakan ngisi tentang kajian psikologi kepribadian yang udah lama di buku arsip tahunan - kebanyakan bakalan menuju ke sana. Atau bisa dimulai dengan puisi (walaupun aku nggak yakin aku bisa melakukannya, mengingat jiwa puitisku yang lenyap ditelan titan, eh). Ngereview buku? males ah, buat apa toh udah ada goodreads, dan semua bisa diakses di sana secara cepat ringkas dan terpercaya. Finally, cukup sekian welcome drink dari saya, hontou nii yokatta akhirnya bisa balik ke blogger yang dulunya tersayang. Akhir kata jangan kebanyakan ngomong, ntar dikejar Mogadorian, eh? (P,S. Lorien Legancies masih jadi favorit setelah Harry Potter series)


Novel

Review All You Need is Love oleh Fakhrisina Amalia

03.15

All You Need is Love 

oleh Fakhrisina Amalia. 


Paperback, 240 halaman. 
Diterbitkan, Juni 2015 oleh PT Gramedia Pustaka Utama. 
ISBN 9786020318035 



Sinopsis. 
Ketika hubungannya dengan Aiden berakhir, tanpa pikir panjang Katrina mengiyakan ajakan mamanya untuk terbang ke kampung halaman mereka di Skotlandia. Di negara yang indah itu Katrina berharap bisa melupakan kesedihannya. Untuk pertama kali Katrina bertemu dengan keluarga besarnya. Ia mempunyai sepupu jauh yang tampan bernama Mac. Namun, entah kenapa Istas—kakak perempuan Mac— memusuhinya, tanpa Katrina tahu dimana letak kesalahannya. Tapi itu tidak menghentikan Katrina untuk semakin dekat dengan Mac. Dan ternyata Skotlandia menyimpan misteri masa lalu yang tidak terduga. Tidak hanya indah, ada rahasia tersembunyi tentang Katrina di negara itu, juga tentang cerita cinta berlapis kota legenda! 


*** 


”Kenapa kita semua butuh cinta?” 


Itulah pertanyaan sederhana yang jawabannya susah untuk ku jawab. Aku bukan orang yang rasional sebenarnya-cenderung baper malah. Tapi untuk yang satu itu aku ingin jawabannya bisa dirasionalkan. Apasih... 

Dan novel ini sungguh mengelitik rasa penasaran. Covernya benar-benar eye catching. Aku baru sadar cover bukunya jauh lebih bagus daripada yang di foto. Apa yaa? Manis, dan misterius. Lalu judulnya bener-bener membuatku bertanya, Kenapa kita semua butuh cinta?
Jarang banget biasanya aku nuntut kalo judul sama novelnya harus pas. Dan AYNiL beneran menjelaskan isinya, dimana semua orang butuh cinta. 


”Karena tanpa cinta, takkan ada yang tersisa,” 


Tepatnya aku terkesima dengan kata-kata itu dan... Hei, bisa kuletakkan setelah 'After all this time? Always'-nya Severus. Sebenarnya, aku lebih suka kalau novel ini ditulis dengan POV orang ketiga. Walaupun aku nggak ngalamin disorientasi waktu bagiannya Grania, tapi nggak semua pembaca kan sepertiku. Dan itu memang amannya. Atau jangan-jangan itu memang ciri khas Kak Iis? -aku juga sering lho nulis dengan sudut pandang campuran, fyi.
Terlalu banyak pakai Bahasa Inggris. Well, itu agak mengganggu bagiku. Okelah, Kat memang bule. (kayak kamu nggak make bahasa inggris aja) Oh ya, aku sudah menemukan nyawa novel ini dan aku sukaa. Legenda (nyaris menyebutnya dongeng) Brigadoon. Karena aku imajiner jadi hal yang seperti ini masuk akal bagiku. Walaupun aku agak nggak setuju Grania jatuh cinta dengan begitu cepatnya dan menghasilkan Mamanya Kat. Tapi aku suka ide perpisahan yang abadi. 

Sayangnya, ketika Kat nangis aku nggak bisa nangis. Waktu Kat sama Aiden entah mengapa dan bagaimana chemistry mereka kurang kerasa. Apa gara-gara pake 'aku' ya? soalnya menurutku Kat teralu jutek. (bilang aja kamu cemburu sama Kat gegara Aiden) Ngomongin Aiden aduh dia itu kenapa Cayden harus terulang? Bagian yang Mac dan Kat -you know what lah. Dan Aiden hanya tersenyum, seolah bilang ya, aku nggak papa. Itu... Pfff, baiknya Aiden ini.

Masih tentang Aiden. Aku menemukan ketimpangan. 

Sepasang mata hitam Aiden berkilat jenaka. (halaman 236) 
Padahal di halaman 118, Sherin tersenyum ramah, mata cokelatnya mengingatkanku kepada Aiden. 

Jadi warna mata Aiden apa dong? 

Oh ya, hubungan mereka menurutku terlalu singkat untuk tertatih patah hati waktu Aiden bilang mau kuliah. Mungkin juga itu yang menyebabkan aku nggak nangis, soalnya nggak dalem gitu (apanya yang dalem?) 

I NEED MORE ABOUT BRIGADOON! Dan novel ini menyajikan imajinasi terliar untuk yang butuh racikan romance dan fantasi. Untuk jawaban atas pertanyaanku dan untuk kata-kata yang bukan sekedar tempelan dan sangat terasa di kehidupan nyata. Untuk penulis yang sudah menuliskan Skotlandia dengan baik, yang membuatku kangen dengan Tante Jo di Edinburgh. 

4 Bintang. 



”Karena tanpa cinta takkan ada lagi yang tersisa,” 


Tolong bilangin ke authornya aku sudah jatuh cinta sama quotes ini :D daann makasih banyak 


My Fav. Quotes 


”If you can't deal with your past, you can't have your future.” hal. 26 
 
”Jarak bukan apa-apa, Kat. Bahkan dalam pepisahan yang abadi saja, cinta bisa hidup dan tumbuh selamanya,” hal. 204





Makasih buat Kak Iis buat quotes indah yang sempat disematkan di hadiah saya hihi :D nggak nyangka aja waktu itu soalnya nggak bilang iya apa nggak, aduh aku jadi inget naskah yang terbengkalai. Doain cepet selesai yaa AYO PADA AMIN KAN! PENGEN SEGERA NYUSUL DISEBELAH NOVELNYA KAK IIS NIH *maksa ><

"Only by writing you can live forever ever after"

Review Buku

Review : Eleanor and Park by Rainbow Rowell

06.34

Kisah Cinta Datang dari Bus Sekolah



(gambar cover Eleanor and Park versi e-book)

"You never forget your first love...."
Begitu ucap Mrs. Rowell di cover novelnya. Ya, aku rasa memang benar-benar tidak terlupakan. Ah, kisah cinta anak SMA. Pertama kali liat buku ini dari reviewan blogger buku terkenal, aku langsung tertarik baca. Novel ini pertama di terbitkan February, 2013. Yang menarik adalah settingan tempatnya yang berada di Ohama, Nebraska tahun 1986 tepatnya bulan Agustus. Ya lagi-lagi aku ketipu atau nggak baca ya? Ku kira novel ini terbit tahun 1986 (Wih.. beberapa tahun sebelum Taylor Swift lahir, pikirku). Walau akhirnya kagak kulanjutkan baca, tapi aku tetep mau nulis review novel ini :D (habisnya e-book berbahasa inggris, lama buka kamusnya daripada bacanya!)

Kisah Cinta dari Bus Sekolah


Berawal dari Eleanor yang baru saja pindah sekolah. Point of View dimulai dari Park Sheridan - cowok Asia yang cuek dan nerd. Park bercerita tentang betapa terpaksanya dia harus berbagi tempat duduk dengan si Bozo, Eleanor. Ele, adalah cewek broken home - ayahnya berpisah dengan ibunya dan ibunya menikah lagi dengan seorang pemabuk bernama Richie. Jika dilihat dari penampilan Ele yang SOOOOOOO WEEEIRDD!!! maka siapapun takakan mau berteman dengannya - ya walaupun dia akhirnya berteman dengan gadis-gadis geeks nan aneh. Tapi tidak bagi Park, semenjak Ele diam-diam membaca komiknya Park sepertinya mulai tertarik untuk berinteraksi dengan gadis berambut merah ini. Ya jadi.... bisa tau kan kelanjutannya gimana? mudah ditebak, kurasa.

Keluarga Normal dan Berantakan


Yang menarik bagiku adalah mengenai hal ini, Park dilahirkan oleh pasangan yang saling mencintai kedua orang tua mereka bertemu di Korea. Park juga punya nenek dan kakek yang tinggalnya di sebelah rumah Park. Sedangkan, Ele kehidupannya sangat menyedihkan. Dia tertutup dan cenderung bilang, "Kau boleh menanyakan apa saja asal jangan tentang keluargaku," Ya, Walaupun dia terbuka pada akhirnya. Namun ku rasa di sini kurang greget, jujur saja aku mengharapkan konflik keluarga yang lebih *plakk*


(Phoenix Publisher, 2013. Terjemahan bahasa Indonesia)

How ADORABLE! Terjemahannya di situ kadang saya merasa sedih. Huh gregetan sendiri kalo liat :v



Quotes All Time

‘Cool.’
She giggled again.
‘What?’ he asked.
‘I don’t know,’ she said, ‘I feel like you’re
whispering in my ear.’
‘I’m always whispering in your ear,’ he said,
lying back on his pillows
‘I’d rather talk about you,’ he said. His voice
dropped a little. It was nice to hear just his voice
and nothing else. (Nothing besides Fraggle Rock
in the next room.) His voice was deeper than
she’d ever realized, but sort of warm in the
middle. He kind of reminded her of Peter Gabriel. Not singing, obviously. And not with a British
accent.
‘Where did you come from?’ he asked.
‘The future.


‘Why do you even like me?’
Park
He opened his eyes.
He sat up, stood up, started pacing around his
small room. He went to stand by the window –
the one that faced her house, even though it was a
block away and she wasn’t home – holding the
base of the car phone against his stomach.
She’d asked him to explain something he
couldn’t even explain to himself.
‘I don’t like you,’ he said. ‘I need you.’
He waited for her to cut him down. To say
‘Ha’ or ‘God’ or ‘You sound like a Bread song.’
But she was quiet

why do you like me?’ 
‘I don’t like you.’
He waited. And waited …
Then he started to laugh. ‘You’re kind of
mean,’ he said. 
‘You don’t like me …’ he said, leading her,
pressing the base of the phone into his lowest rib.
‘I don’t like you, Park,’ she said, sounding
for a second like she actually meant it. ‘I …’ –
her voice nearly disappeared – ‘sometimes I
think I live for you.’ 

di Goodreads banyak yang ngecast Boo Boo jadi Park dan aku setuju! He's actually Park that I imaginated. Tapi sayang, aku belum punya nama yang cocok buat jadi Eleanor, mungkinkah Maisie William? Kelahiran 1997 loh! 


Bagaimana menurut anda?


 

 


 

Flickr Images